anitadwiyuliati

Hidup Indah Bila Dengan Cinta

PERILAKU MENYIMPANG


Perilaku menyimpang merupakan hasil dari sosialisasi yang tidak sempurna karena mengadopsi sub-sub budaya yang menyimpang. Ketidaksempurnaan proses sosialisasi itu disebabkan juga oleh gagalnya individu atau kelompok untuk mengidentifikasi diri agar pola perilakunya sesuai dengan kaidah-kaidah atau norma dan nilai social yang berkembang dan berlaku dalam masyarakat. Hal ini berarti pelanggaran terhadap norma, kaidah, dan tata nilai tersebut dapat dianggap sebagai perbuatan atau perilaku yang menyimpang.

Pengertian perilaku menyimpang

Menurut Robert M.Z. Lawang,  penyimpangan sebagai tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu system social dan menimbulkan usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang atua abnormal tersebut.
Menurut James vander Zanden, penyimpangan merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.
Pengendalian Sosial
Menurut Berger, pengendalian social adalah cara yang dipergunakan masyarakat untuk menertibkan anggota yang membangkang.
Menurut Roucek, pengendalian social adalah proses terencana maupun tidak tempat individu diajarkan, dibujuk ataupun dipaksa untuk menyesuaikan diri pada kebiasaan dan nilai hidup kelompok.
Tujuan pengendalian social adalah :
a. Agar masyarakat mau mematuhi norma-norma social yang berlaku baik dengan kesadaran sendiri maupun paksaan.
b. Agar dapat terwujud keserasian dan ketentraman dalam masyarakat.
c. Bagi orang yang melakukan penyimpangan diusahakan agar kembali mematuhi norma-norma yang berlaku.

Macam-macam penyimpangan perilaku
a. Tindakan kriminalitas dan kejahatan
b. Kenakalan remaja
c. Penyimpangan seksual

Bentuk-bentuk penyimpangan sosial
a. Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang bersifat temporer atau sementara dan hanya menguasai sebagian kecil kehidupan seseorang.
Ciri-cirinya :
1. Bersifat sementara
2. Gaya hidupnya tidak didominasi oleh perilaku menyimpang, dan
3. Masyarakat masih mentolerir/menerima.
Contoh : siswa yang membolos, pelanggaran peraturan lalu lintas, menyontek saat ujian.
b. Penyimpangan sekunder adalah perbuatan yang dilakukan secara khas memperhatikan perilaku menyimpang dan secara umum dikenal sebagai orang yang menyimpang karena sering/acapkali melakukan tindakan yang meresahkan orang lain.
Ciri-cirinya :
1. Gaya hidupnya didominasi oleh perilaku menyimpang
2. Masyarakat tidak bisa mentolerir perilaku tersebut.
Contoh : pembunuhan, perjudian, pemerkosaan,dan permekosaan.

Sifat-sifat penyimpangan
a. Penyimpangan positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif karena mengandung unsure inovatif, kreatif, dan memperkaya alternative. Contoh : seorang ibu rumah tangga dengan terpaksa harus menjadi sopir taksi karena desakan ekonomi.
b. Penyimpangan negative adalah penyimpangan yang cenderung bertindak kea rah nilai-nilai social yang dipandang rendah dan berakibat buruk. Contoh : pembunuhan, perampokan.
Faktor-faktor penyebab terbentuknya perilaku menyimpang
a. Sikap mental yang tidak sehat
b. Keluarga yang broken home
c. Pelampiasan rasa kecewa
d. Dorongan kebutuhan ekonomi
e. Pengaruh lingkungan dan media massa
f. Keinginan untuk dipuji atau gaya-gayaan
g. Proses belajar yang menyimpang
h. Ketidaksanggupan menyerap norma budaya
i. Adanya ikatan social yang berlainan
j. Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan menyimpang
k. Akibat kegagalan dalam proses sosialisasi.

Teori-teori mengenai penyimpangan
a. Teori pergaulan berbeda  dalam sosiologi dikenal adanya teori Differential Association (pergaulan yang berbeda), yang diciptakan oleh Edwin H. Sutherland. Teori ini berpendapat bahwa penyimpangan bersumber pada pergaulan yang berbeda. Penyimpangan dipelajari melalui proses alih budaya. Melalui proses ini, seseorang mempelajari suatu budaya yang menyimpang. Contoh : perilaku homoseksual.
b. Teori Labeling (pemberian cap/julukan) dipopulerkan oleh Edwin M. Lemert.
Seseorang yang telah melakukan penyimpangan pada tahap primer (pertama), tetapi oleh masyarakat sudah diberi cap sebagai penyimpangan. Contoh : pencuri, wanita nakal, maka si pelaku terdorong untuk melakukan penyimpangan sekunder (tahap lanjut) dengan alas an “kepalang tanggung”.
c. Teori Merton
Robert K. Merton telah mengemukakan teori Merton yang menjelaskan bahwa perilaku penyimpangan itu merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu.
d. Teori fungsi
Menurut Emile Durkheim tercapainya kesadaran moral dari semua anggota masyarakat karena factor keturunan, perbedaan lingkungan fisik, dan lingkungan social. Artinya, kejahatan itu akan selalu ada, sebab orang yang berwatak jahat pun masih selalu ada. Bahkan Durkheim berpandangan bahwa kejhatan itu perlu, agar moralitas dan hokum dapat berkembang secara normal.
8. Media Pembentukan Kepribadian Menyimpang
Kepribadian menyimpang dalam diri seorang individu dapat terbentuk karena adanya media pencetus yang dapat mendorong terbentuknya kepribadian menyimpang itu. Media pembentukan kepribadian menyimpang itu antara lain keluarga, lingkungan tempat tinggal, kelompok bermain, dan media massa.
a. Keluarga
Pembentukan kepribadian seorang individu untuk pertama kalinya akan berawal dari keluarga, karena proses sosialisasi yang dialami seorang individu untuk membentuk kepribadiannya itu berawal dari media sosialisasi ini. Keluarga merupakan factor penentu bagi perkembangan atau kepribadian seorang anak selanjutnya. Kepribadian anak akan terbentuk dengan baik, bila dia terlahir dalam lingkungan keluarga baik. Sebaliknya, kepribadian seorang anak akan cenderung negative jika dia terlahir dalam lingkungan atau keluarga yang kacau yang dibebani berbagai macam masalah, kemiskinan yang mencekik, atau keluarga yang selalu diliputi oleh percekcokan. Keluarga semacam ini akan gagal memenuhi fungsinya untuk membentuk kepribadian yang menyimpang karena keluarga ini gagal mensosialisasikan nilai-nilai baik dalam diri anak-anaknya. Maka dari itulah mengapa keluarga dapat juga berperan dalam membentuk kepribadian yang menyimpang.
b. Lingkungan tempat tinggal
Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seorang individu dalam proses pembentukannya. Seorang individu yang tinggal dalam lingkungan yang baik, para anggoatanya taat melakukan ibadah, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan positif, akan mempengaruhi kepribadiannya menjadi baik jika ia menjalin hubungan dengan orang-orang yang tinggal dalam lingkungan yang seperti itu. Sebaliknya, bila seseorang individu hidup dan tinggal dalam lingkungan yang buruk, warga masyarakatnya suka melakukan tindakan kriminalitas maka akan membentuk kepribadian yang buruk atau menyimpang karena nilai-nilai moral yang positif tidak dapat terserap dalam dirinya selama proses pembentukan kepribadiaannya berlangsung, apalagi kalau proses sosialisasi dalam keluarga gagal membentukknya menjadi pribadi yang baik. Jadi, lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi menyimpang.
c. Kelompok Bermain
Lingkungan tempat tinggal dan kelompok bermain merupakan dua media sosialisasi yang sangat berkaitan, karena seorang individu akan memiliki kelompok bermain atau pergaulan dalam lingkungan tempat tinggalnya tersebut namun ada kalanya seorang individu juga memiliki kelompok bermain atau pergaulan diluar lingkungan tempat tinggalnya tadi, yang ia peroleh dari lingkungan sekolah atau diluar sekolah. Kelompok bermain juga dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian seorang individu, jika ia memiliki kelompok bermain yang positif, suka belajar, dan melakukan hal-hal atau perbuatan yang baik maka kepribadiannya cenderung positif. Sebaliknya apabila seorang individu memiliki kelompok bermain yang negatif maka pola perilaku dan kepribadiaanya akan cenderung negatif.

Jenis-jenis lembaga pengendalian sosial:
a. Kepolisian
Polisi merupakan badan pemerintah yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban umum dan mengambil tindakan orang-orang yang melanggar aturan dan undang-undang yang berlaku.
b. Pengadilan
Pengadilan merupakan suatu badan yang dibentuk oleh Negara untuk menangani, menyelesaikan, dan mengadili dengan memberikan sanksi yag tegas terhadap perselisihan atau tindakan-tindakan pelanggaran hukum yang berlaku.
c. Adat
Adat adalah aturan, kebiasaan-kebiasaan yang tumbuh dan terbentuk dari suatu masyarakat atau daerah yang dianggap memiliki nilai dan di junjung serta dipatuhi oleh masyarakat pendukungnya. di Indonesia, aturan-aturan tentang segi kehidupan manusia tersebut menjadi aturan-aturan hukum yang mengikat, yang disebut hukum adat. Adat ini telah melembaga dalam kehidupan masyarakat baik berupa tradisi, adat upacara, dll yang mampu mengembalikan perilaku warga masyarakat dengan perasaan senag atau bangga dan peranan tokoh adat yang menjadi tokoh masyarakat menjadi cukup penting.

sumber :

Soekamto,Soerjono. 2007.  Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.

Dhohiri, Taufiq, dkk. 2003. Sosiologi Suatu kajian Kehidupan Masyarakat Kelas 1 SMA. Ghalia Indonesia.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s