anitadwiyuliati

Hidup Indah Bila Dengan Cinta

PASAR TRADISIONAL TERJEPIT

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan pasar modern dewasa ini sudah menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup modern yang berkembang di masyarakat kita. Tidak hanya di kota metropolitan tetapi sudah merambah sampai kota kecil di tanah air. Sangat mudah menjumpai minimarket, supermarket bahkan hipermarket di sekitar tempat tinggal kita. Tempat-tempat tersebut menjanjikan tempat belanja yang nyaman dengan harga yang tidak kalah menariknya. Pesatnya pertumbuhan ritel modern itu seiring gencarnya penetrasi ritel asing ke Indonesia. Menurut data BisInfocus 2008 menyebutkan, jika pada tahun 1970-1990 rpemegang merek rite lasing yang masuk ke Indonesia hanya 5, dengan jumlah 275 gerai, pada tahun 2004 sudah 14 ritel asing yang masuk, dengan 500 gerai. Tahun 2008, merek ritel asing yang masuk sudah 18 dengan 532 gerai.

Keberadaan pasar, khususnya yang tradisional, merupakan salah satu indikator paling nyata kegiatan ekonomi masyarakat di suatu wilayah. Pemerintah harus concern terhadap keberadaan pasar tradisional sebagai salah satu sarana publik yang mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Perkembangan jaman dan perubahan gaya hidup yang dipromosikan begitu hebat oleh berbagai media telah membuat eksistensi pasar tradisional menjadi sedikit terusik. Keluhan dari kalangan pasar di pasar tradisional atas gencarnya penetrasu ritelmodern sudah sering di lontarkan. Di pasar Beringharjo, Yogyakarta, misalnya hamper semua pedagang pasar itu mengeluh karena turunnya omzet mereka sejak ritel dan pasar modern berdiri di sepanjang jalan Malioboro yang menjadi lokasi pasar Beringharjo. Menurut data Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koprasi Provinsi DI Yogyakarta menyebutkan, dalam periode tahun 2002-2006 jumlah pasar modern di DI Yogyakarta tumbuh lebih dari 55 %.  Omzet pasar tradisional turun sekitar 35 %, hasil kajian Asosiasi Pedagang Pasar seluruh Indonesia (APPSI) menyebutkan, kehadiran ritel modern menyebabkan merosotnya omzet mereka menurun. Apalagi saat ini banyak pasar dan ritel modern yang didirikan di dekat pasar tradisional. Bahkan satu toko swalayan yang menyediakan aneka komoditas kebutuhan rumah tangga. Jumlah penduduk Indonesia yang besar merupakan potensi bagi pasar ritel, karena gaya hidup masyarakat dalam berbelanja mulai beralih dari pasar modern ke pasar tradisional.

sumber : Kompas, 15 maret 2010, hal 1 dan 15

Single Post Navigation

3 thoughts on “PASAR TRADISIONAL TERJEPIT

  1. galihdan on said:

    pasar tradisional perlu dibenahi karena bau pecing,,,hehehehe

  2. bau pecing banget tuh wkwkwkwkwkwk😛 btw blog kamu keren lho😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s