anitadwiyuliati

Hidup Indah Bila Dengan Cinta

AKU INGAT !!!!

  • Akulturasi merupakan proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsure-unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
  • Asimilasi merupakan proses sosial yang timbul bila ada golongan-golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama sehingga kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing merubah wujudnya menjadi kebudayaan transparan.
  • Kontak sosial adalah hubungan antara suatu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial, dan masing-masing pihak saling bereaksi antara satu dengan yang lain meski tidak harus bersentuhan secara fisik.
  • Sugesti adalah rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lainnya sedemikian rupa, sehingga orang yang diberi sugesti tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang disugestikan itu tanpa berpikir lagi secara kritis dan rasional.
  • Orde sosial adalah suatu system atau tatanan norma dan nilai sosial yang akan diakui dan dipatuhi oleh masyarakat.
  • Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antar pribadi dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
  • Difusi merupakan proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari individu yang satu kepada individu yang lain, ataupun dari masyarakat satu e masyarakat lain.

Konflik Sosial

Istilah “konflik” berasal dari kata latin “configure” yang berarti saling memukul. Dalam pengertian sosiologi, konflik dapat didefinisikan sebagai suatu proses sosial di mana dua orang atau kelompok berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Pengertian konflik menurut beberapa tokoh :

  1. Soerjono Soekamto, konflik adalah suatu proses sosial dimana orang perorangan atau kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan.
  2. Robert M.Z. Lawang, konflik itu adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status, kekuasaan, dimana tujuan dari mereka yang berkonflik, tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukan saingannya.

2. Faktor Penyebab Konflik

  • Adanya perbedaan kepribadian diantara mereka yang terlibat konflik, akibat adanya perbedaan latar belakang kebudayaan.
  • Adanya perbedaan pendirian atau perasaan antara individu yang satu dengan individu yang lain.
  • Adanya perbedaan kepentingan individu atau kelompok di antara mereka.
  • Adanya perubahan-perubahan sosialyang cepat dalam masyarakat karena adanya perubahan nilai atau system yang berlaku.

3. Bentuk-bentuk Konflik

  • Berdasarkan sifatnya :
  1. Konflik destruktif merupakan konflik yang muncul karena adanya perasaan tidak senang, rasa benci, dan dendam dari seseorang atau kelompok terhadap pihak lain.
  2. Konflik konstruktif merupakan konflik yang bersifat fungsional, konflik ini muncul karena adanya perbedaan pendapat dari kelompok-kelompok dalam menghadapi suatu masalah.
  • Berdasarkan posisi pelaku yang berkonflik
  1. Konvlik vertical adalah konflik antar komponen masyarakat didalam suatu struktur yang memiliki hierarki.
  2. Konflik horizontal adalah konflik yang terjadi antar individu atau kelompok yang memiliki kedudukan yang relative sama.
  3. Konflik diagonal adalah konflik yang terjadi karena adanya ketidak adilan alokasi sumber daya keseluruhan organisasi sehingga menimbulkan pertentangan yang ekstrim.
  •  Berdasarkan sifat pelaku yang berkonflik
  1. Konflik terbuka merupakan konflik yang diketahui oleh semua pihak
  2. Konflik tertutup merupakan konflik yang hanya diketahui oleh orang-orang atau kelompok yang terlibat konflik.
  •  Berdasarkan konsentrasi aktivitas di dalam masyarakat
  1. Konflik sosial
  2. Konflik politik
  3. Konflik ekonomi
  4. Konflik budaya
  5. Konflik ideology

4. Akibat terjadinya konflik

  1. Akibat konflik secara positif :
  • Bertambah kuatnya rasa solidaritas antar anggota
  • Munculnya pribadi-pribadi yang kuat dan tahan uji menghadapi berbagai situasi konflik
  • Membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma-norma baru
  • Munculnya kompromi baru apabila pihak yang berkonflik dalam kekuatan seimbang

2. Akibat konflik secara negatif :

  • Timbulnya keretakan kesatuan kelompok
  • Adanya perubahan pribadi seseorang
  • Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia
  • Kemiskinan bertambah akibat tidak kondusifnya keamanan
  • Lumpuhnya roda perekonomian
  • Terjadinya pergeseran/ perubahan nilai budaya

5. Penyelesaian konflik

  • Koersi, yaitu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan dengan paksaan. Salah satu pihak berada dalam kondisi lebih lemah dibandingkan dengan pihak lawan.
  • Kompromi, yaitu masing-masing pihak yang terlibat konflik saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian bersama.
  • Mediasi, yaitu cara penyelesaian konflik dengan meminta bantuan pihak ketiga yang bersikap netral dan bertindak sebagai penasehat tanpa memiliki wewenag untuk mengambil keputusan.
  • Konsiliasi, usaha mempertemukan keinginan-keinginan pihak bertingkai untuk mencapai persetujuan bersama.
  • Toleransi, bentuk akomodasi tanpa adanya persetujuan formal dalam wujud saling menghargai, menghormati, dan tidak saling curuga.
  • Ajudikasi, bentuk penyelesaian konflik melalui pengadilan.

NORMA DAN NILAI

  1. A.    NILAI SOSIAL

1.      Pengertian nilai sosial

Nilai sosial lahir sebagai bagian dari kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial yang diciptakan dan disepakati bersama untuk mencapai ketenteraman dan kenyamanan hidup bersama orang lain. Nilai sosial sebagai alat ukur bagi manusia untuk mengendalikan beragam kemauan manusia yang selalu berubah dalam berbagai situasi. Diharapkan manusia akan mempunyai gambaran tentang apa yang baik dan apa yang buruk, mana yang boleh dan mana yang dilarang. Nilai sosial yang hidup langgeng akan mampu menjadi sistem nilai budaya. Beberapa pengertian nilai sosial menurut beberapa ahli:

  1. Kimball Young, nilai sosial adalah asumsi-asumsi abstrak dan sering tidak disadari mengenai apa yang benar dan apa yang penting.
  2. Woods, nilai sosial adalah petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama mengarahkan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Robert MZ Lawang, nilai sosial adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan yang pantas, berharga, yang memengaruhi perilaku sosial orang yang memiliki nilai itu.
  4. Pepper, nilai sosial adalah segala sesuatu mengenai yang baik atau yang buruk.
  5. Kimball Young, nilai sosial adalah asumsi abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting.
  6. A.W. Green, nilai sosial adalah kesadaran yang secara relative berlangsung disertai emosi terhadap objek.

2.      Jenis-jenis nilai sosial

Notonegoro membedakan nilai menjadi tigamacam, yaitu sebagai berikut :

  1. Nilai material, yaitu meliputi berbagai konsepsi mengenai segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia.
  2. Nilai vital, yaitu meliputi berbagai konsepsi yang berkaitan dengan segala sesuatu yang berguna bagi manusia dalam melaksanakan berbagai aktifitas.
  3. Nilai kerohanian, yaitu meliputi berbagai konsepsi yang berkaitan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan rohani, seperti : nilai kebenaran, nilai keindahan, nilai moral, dan nilai keagamaan.

 

  1. 3.      Fungsi nilai sosial
  2. Sebagai petunjuk arah untuk bersikap dan bertindak bagi warga masyarakat. Misalnya, kejujuran dan kadilan yang menjadi petunjuk atau anutan masyarakat yang bersifat demikratis atau madani.
  3. Sebagai acuan dan sumber motivasi untuk berbuat sesuatu. Misalnya, penanaman nilai-nilai keagamaan melalui pengajian.
  4. Alat solidaritas atau mendorong masyarakat untuk saling bekerja sama untuk mencapai sesuatu yang tidak dapat dicapai sendiri. Misalnya nilai-nilai yang ditanamkan di sebuah negara untuk melindungi negara dari ancaman negara lain.
  5. Mengarahkan masyarakat untuk berpikir dan bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Misalnya, penanaman nilai-nilai dalam keluarga kewajiban untuk menghormati orang tua.
  6. Pengawas, pembatas, pendorong, dan penekan individu untuk selalu berbuat baik.

 

B.     NORMA SOSIAL

1.      Pengertian Norma sosial

Norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat tertentu. Norma disebut pula peraturan sosial menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalammenjalani interaksi sosialnya. Keberadaan norma di masyarakat bersifat memaksa individu atau suatu kelompok agar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah terbentuk sejak lama. Norma tidak boleh dilanggar. Siapa pun yang melanggar norma, maka akan memperoleh hukuman. Norma merupakan hasil perbuatan manusia sebagai makhluk sosial. Pada mulanya, aturan itu dibentuk secara tidak sengaja, makin lama norma-norma itu disusun secara sadar. Norma dalam masyarakat berisi tata tertib, aturan, petunjuk, standar perilaku yang pantas dan wajar. Nilai dibangun diatas nilai sosial, dan norma sosial diciptakan untuk menjaga dan mempertahankan nilai sosial.

2.      Macam-macam norma

 

  1. Tata cara (usage)

Proses interaksi yang terus menerus akan melahirkan pola tertentu yang disebut cara (usage). Cara (usage) adalah suatu bentuk perbuatan tertentu yang dilakukan individu dalam suatu masyarakat tetapi tidak secara terus-menerus. Sanksi yang diberikan hanya berupa celaan. Norma ini mempunyai kekuatan yang lemah dibanding norma lain. Misalnya, bersendawa dengan keras di kelas, berpakaian seragam yang seksi ke sekolah, dan lain-lain.

2. Kebiasaan (folkways)

Norma kebiasaan adalah perbuatan yang diulangulang dalam bentuk yang sama. Kebiasaan merupakan bukti bahwa orang menyukai perbuatan itu. Individu yang melanggar norma ini biasanya batinnya tidak tenang dan tidak nyaman. Sanksi yang diberikan hanya berupa teguran. Tujuan pembelajaran Anda adalah dapat mendeskripsikan norma-norma sosial dalam masyarakat.

Contohnya: kebiasaan berjabat tangan jika bertemu teman atau saudara, menghormati orang yang lebih tua, makan dengan tangan kanan, berpakaian bagus pada waktu pesta dan berjalan kaki di jalur sebelah kiri.

3. Tata kelakuan (mores)

Tata kelakuan adalah sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sifat-sifat hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar. Tata kelakuan berfungsi untuk melaksanakan pengawasan, baik langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat terhadap anggotanya. Dengan demikian, tata kelakuan adalah aturan yang mendasarkan pada ajaran agama (akhlak), filsafat, atau kebudayaan. Daerah satu dengan daerah lainnya mempunyai norma tata kelakuan yang berbeda. Tata kelakuan bersifat memaksa, bisa juga bersifat melarang. Pelanggaran terhadap norma ini sanksinya berat, misalnya ada yang diusir dari desanya, ada yang harus berhadapan dengan massa, ada yang diarak keliling kampung, dan lain-lain. Contoh pelanggaran terhadap norma ini adalah berzina, membunuh, dan mencuri.

4. Adat istiadat (customs)

Tata kelakuan yang kekal dan kuat integrasinya dengan pola perilaku masyarakat dapat mengikat menjadi adat istiadat (customs). Adat istiadat adalah kumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya. Pelanggaran terhadap adat istiadat ini akan menerima sanksi yang keras dari anggota lainnya. Misalnya tradisi upacara adat tentang siklus hidup yang berhubungan pada suku-suku tertentu di Indonesia, ketika anak baru lahir, mulai menginjak tanah, mulai berjalan dna seterusnya sampai ia dewasa dan mati maka akan selalu diadakan upacara-upacara tertentu yang bersifat khusus. Tetapi kadang-kadang pelanggaran terhadap norma adat tidak mempunyai akibat apa-apa misalnya upacara adat perkawinan suku Jawa seperti siraman tidak banyak masyarakat sekarang yang melakukannya karena biaya yang mahal dan telah bercampurnya dengan kebudayaan lain.

5. Hukum (laws)

Hukum merupakan norma yang bersifat formal dan berupa aturan tertulis. Ketentuan sanksi terhadap pelanggaran paling tegas apabila dibandingkan dengan norma-norma yang lainnya. Hukum adalah suatu rangkaian aturan yang ditunjukan kepada anggota masyarakat yang berisi ketentuan-ketentuan,perintah, kewajiban ataupun larangan, agar dalam masyarakat tercipta suatu ketertiban dan keadilan. Ketentuan dalan norma hokum lazimnya dikondifikasikan dalam bentuk kitab undang-undang atau konvensi-konvensi.

  1. 3.      Fungsi norma sosial

Norma sosial bagi manusia penting karena sebagai pedoman bertingkah laku dalam hidup bermasyarakat. Norma sosial memiliki fungsi sebagai berikut.

a. Sebagai aturan atau pedoman tingkah laku dalam masyarakat.

b. Sebagai alat untuk menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial.

c. Sebagai sistem kontrol sosial dalam masyarakat.

Dengan adanya norma kita mengerti apa yang boleh kita lakukan dan apa yang tidak boleh kita lakukan.

PERILAKU MENYIMPANG


Perilaku menyimpang merupakan hasil dari sosialisasi yang tidak sempurna karena mengadopsi sub-sub budaya yang menyimpang. Ketidaksempurnaan proses sosialisasi itu disebabkan juga oleh gagalnya individu atau kelompok untuk mengidentifikasi diri agar pola perilakunya sesuai dengan kaidah-kaidah atau norma dan nilai social yang berkembang dan berlaku dalam masyarakat. Hal ini berarti pelanggaran terhadap norma, kaidah, dan tata nilai tersebut dapat dianggap sebagai perbuatan atau perilaku yang menyimpang.

Pengertian perilaku menyimpang

Menurut Robert M.Z. Lawang,  penyimpangan sebagai tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu system social dan menimbulkan usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang atua abnormal tersebut.
Menurut James vander Zanden, penyimpangan merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.
Pengendalian Sosial
Menurut Berger, pengendalian social adalah cara yang dipergunakan masyarakat untuk menertibkan anggota yang membangkang.
Menurut Roucek, pengendalian social adalah proses terencana maupun tidak tempat individu diajarkan, dibujuk ataupun dipaksa untuk menyesuaikan diri pada kebiasaan dan nilai hidup kelompok.
Tujuan pengendalian social adalah :
a. Agar masyarakat mau mematuhi norma-norma social yang berlaku baik dengan kesadaran sendiri maupun paksaan.
b. Agar dapat terwujud keserasian dan ketentraman dalam masyarakat.
c. Bagi orang yang melakukan penyimpangan diusahakan agar kembali mematuhi norma-norma yang berlaku.

Macam-macam penyimpangan perilaku
a. Tindakan kriminalitas dan kejahatan
b. Kenakalan remaja
c. Penyimpangan seksual

Bentuk-bentuk penyimpangan sosial
a. Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang bersifat temporer atau sementara dan hanya menguasai sebagian kecil kehidupan seseorang.
Ciri-cirinya :
1. Bersifat sementara
2. Gaya hidupnya tidak didominasi oleh perilaku menyimpang, dan
3. Masyarakat masih mentolerir/menerima.
Contoh : siswa yang membolos, pelanggaran peraturan lalu lintas, menyontek saat ujian.
b. Penyimpangan sekunder adalah perbuatan yang dilakukan secara khas memperhatikan perilaku menyimpang dan secara umum dikenal sebagai orang yang menyimpang karena sering/acapkali melakukan tindakan yang meresahkan orang lain.
Ciri-cirinya :
1. Gaya hidupnya didominasi oleh perilaku menyimpang
2. Masyarakat tidak bisa mentolerir perilaku tersebut.
Contoh : pembunuhan, perjudian, pemerkosaan,dan permekosaan.

Sifat-sifat penyimpangan
a. Penyimpangan positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif karena mengandung unsure inovatif, kreatif, dan memperkaya alternative. Contoh : seorang ibu rumah tangga dengan terpaksa harus menjadi sopir taksi karena desakan ekonomi.
b. Penyimpangan negative adalah penyimpangan yang cenderung bertindak kea rah nilai-nilai social yang dipandang rendah dan berakibat buruk. Contoh : pembunuhan, perampokan.
Faktor-faktor penyebab terbentuknya perilaku menyimpang
a. Sikap mental yang tidak sehat
b. Keluarga yang broken home
c. Pelampiasan rasa kecewa
d. Dorongan kebutuhan ekonomi
e. Pengaruh lingkungan dan media massa
f. Keinginan untuk dipuji atau gaya-gayaan
g. Proses belajar yang menyimpang
h. Ketidaksanggupan menyerap norma budaya
i. Adanya ikatan social yang berlainan
j. Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan menyimpang
k. Akibat kegagalan dalam proses sosialisasi.

Teori-teori mengenai penyimpangan
a. Teori pergaulan berbeda  dalam sosiologi dikenal adanya teori Differential Association (pergaulan yang berbeda), yang diciptakan oleh Edwin H. Sutherland. Teori ini berpendapat bahwa penyimpangan bersumber pada pergaulan yang berbeda. Penyimpangan dipelajari melalui proses alih budaya. Melalui proses ini, seseorang mempelajari suatu budaya yang menyimpang. Contoh : perilaku homoseksual.
b. Teori Labeling (pemberian cap/julukan) dipopulerkan oleh Edwin M. Lemert.
Seseorang yang telah melakukan penyimpangan pada tahap primer (pertama), tetapi oleh masyarakat sudah diberi cap sebagai penyimpangan. Contoh : pencuri, wanita nakal, maka si pelaku terdorong untuk melakukan penyimpangan sekunder (tahap lanjut) dengan alas an “kepalang tanggung”.
c. Teori Merton
Robert K. Merton telah mengemukakan teori Merton yang menjelaskan bahwa perilaku penyimpangan itu merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu.
d. Teori fungsi
Menurut Emile Durkheim tercapainya kesadaran moral dari semua anggota masyarakat karena factor keturunan, perbedaan lingkungan fisik, dan lingkungan social. Artinya, kejahatan itu akan selalu ada, sebab orang yang berwatak jahat pun masih selalu ada. Bahkan Durkheim berpandangan bahwa kejhatan itu perlu, agar moralitas dan hokum dapat berkembang secara normal.
8. Media Pembentukan Kepribadian Menyimpang
Kepribadian menyimpang dalam diri seorang individu dapat terbentuk karena adanya media pencetus yang dapat mendorong terbentuknya kepribadian menyimpang itu. Media pembentukan kepribadian menyimpang itu antara lain keluarga, lingkungan tempat tinggal, kelompok bermain, dan media massa.
a. Keluarga
Pembentukan kepribadian seorang individu untuk pertama kalinya akan berawal dari keluarga, karena proses sosialisasi yang dialami seorang individu untuk membentuk kepribadiannya itu berawal dari media sosialisasi ini. Keluarga merupakan factor penentu bagi perkembangan atau kepribadian seorang anak selanjutnya. Kepribadian anak akan terbentuk dengan baik, bila dia terlahir dalam lingkungan keluarga baik. Sebaliknya, kepribadian seorang anak akan cenderung negative jika dia terlahir dalam lingkungan atau keluarga yang kacau yang dibebani berbagai macam masalah, kemiskinan yang mencekik, atau keluarga yang selalu diliputi oleh percekcokan. Keluarga semacam ini akan gagal memenuhi fungsinya untuk membentuk kepribadian yang menyimpang karena keluarga ini gagal mensosialisasikan nilai-nilai baik dalam diri anak-anaknya. Maka dari itulah mengapa keluarga dapat juga berperan dalam membentuk kepribadian yang menyimpang.
b. Lingkungan tempat tinggal
Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seorang individu dalam proses pembentukannya. Seorang individu yang tinggal dalam lingkungan yang baik, para anggoatanya taat melakukan ibadah, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan positif, akan mempengaruhi kepribadiannya menjadi baik jika ia menjalin hubungan dengan orang-orang yang tinggal dalam lingkungan yang seperti itu. Sebaliknya, bila seseorang individu hidup dan tinggal dalam lingkungan yang buruk, warga masyarakatnya suka melakukan tindakan kriminalitas maka akan membentuk kepribadian yang buruk atau menyimpang karena nilai-nilai moral yang positif tidak dapat terserap dalam dirinya selama proses pembentukan kepribadiaannya berlangsung, apalagi kalau proses sosialisasi dalam keluarga gagal membentukknya menjadi pribadi yang baik. Jadi, lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi menyimpang.
c. Kelompok Bermain
Lingkungan tempat tinggal dan kelompok bermain merupakan dua media sosialisasi yang sangat berkaitan, karena seorang individu akan memiliki kelompok bermain atau pergaulan dalam lingkungan tempat tinggalnya tersebut namun ada kalanya seorang individu juga memiliki kelompok bermain atau pergaulan diluar lingkungan tempat tinggalnya tadi, yang ia peroleh dari lingkungan sekolah atau diluar sekolah. Kelompok bermain juga dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian seorang individu, jika ia memiliki kelompok bermain yang positif, suka belajar, dan melakukan hal-hal atau perbuatan yang baik maka kepribadiannya cenderung positif. Sebaliknya apabila seorang individu memiliki kelompok bermain yang negatif maka pola perilaku dan kepribadiaanya akan cenderung negatif.

Jenis-jenis lembaga pengendalian sosial:
a. Kepolisian
Polisi merupakan badan pemerintah yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban umum dan mengambil tindakan orang-orang yang melanggar aturan dan undang-undang yang berlaku.
b. Pengadilan
Pengadilan merupakan suatu badan yang dibentuk oleh Negara untuk menangani, menyelesaikan, dan mengadili dengan memberikan sanksi yag tegas terhadap perselisihan atau tindakan-tindakan pelanggaran hukum yang berlaku.
c. Adat
Adat adalah aturan, kebiasaan-kebiasaan yang tumbuh dan terbentuk dari suatu masyarakat atau daerah yang dianggap memiliki nilai dan di junjung serta dipatuhi oleh masyarakat pendukungnya. di Indonesia, aturan-aturan tentang segi kehidupan manusia tersebut menjadi aturan-aturan hukum yang mengikat, yang disebut hukum adat. Adat ini telah melembaga dalam kehidupan masyarakat baik berupa tradisi, adat upacara, dll yang mampu mengembalikan perilaku warga masyarakat dengan perasaan senag atau bangga dan peranan tokoh adat yang menjadi tokoh masyarakat menjadi cukup penting.

sumber :

Soekamto,Soerjono. 2007.  Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.

Dhohiri, Taufiq, dkk. 2003. Sosiologi Suatu kajian Kehidupan Masyarakat Kelas 1 SMA. Ghalia Indonesia.

Menanti Cinta

Disini aku sendiri

Menunggu keajaiban cinta datang padaku

Entah kapan keajaiban itu kan datang

Hari ini?

Besok ?

Seminggu lagi ?

Tiga bulan lagi ?

Setahun, dua tahun, tiga tahun lagi?

Entahlah. . .aku tak tau kapan keajaiban itu akan datang

Tapi. . .disini aku akan menanti keajaiban cinta

Walaupun dengan waktu yang tak pasti

Karena disini aku tak mau sendiri

Dan aku akan tetap menanti cinta. . .

Post Navigation

%d blogger menyukai ini: